Nasab ( Keturunan ) Abu Bakar yang berasal dari bapak adalah Abu Bakar bin 'Abdullah bin Muhafah 'Utsman bin 'Umrin bin Ka'bin Sa'dinbinTaimin bin Murrah bin Gholib bin Fihrilqurasyiddi.
Nasab dari Ibu adalah Abu Bakar bin Ummul Khoiri Salma binti Shokhrin bin 'Amrin bin Ka'bin bin Taimin bin Murrah bin Luai.
Keturunannya Sayyidina Abu Bakar bertemu ( sambung ) menuju keturunannya Nabi Muhammad bertemu di Murrah bin Luai.
Sayyidina Abu Bakar lahir ketika Nabi Muhammad berumur 2 tahun.
Sayyidina Abu Bakar mempunyai keistimewaan sebagai berikut :
1. Sejak kecil Sayyidina Abu Bakar mempunyai budi pekerti yang baik dan senang menolong orang lain
2. Menjadi sahabat terdekatnya Nabi Muhammad
3. Orang laki-laki pertama yang ikut ajakan Nabi Muhammad untuk memeluk Agama Islam
4. Ikut menyebarkan Agama Islam. Dan pengikutnya adalah Sayyidina 'Utsman, Sayyidina Zubair, Sayyidina Tholhah.
5. Menemani Nabi Muhammad SAW di Gua Tsur ketika Hijrah ke Madinah sampai disebut ada di Al-Qur'an : " Idzyaquulu Lishoo khibihi laa takhzan innallahaaha ma'anaa."
Arti : “Ketika Nabi Muhammad bersabda kepada temannya, kalian semua jangan susah. Sesungguhnya Allah SWT menolong kita.”
6. Menjadi mertuanya Nabi Muhammad SAW. Karena ‘Aisyah, anak dari Sayyidina Abu Bakar dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW.
7. Selalu mengikutkan Nabi Muhammad SAW perang. Malah di Perang “Tabuk”, Nabi Muhammad SAW dipasrahkan memegang bendera.
8. Mengepalani Hajinya orang-orang Muslim pada tahun 9 Hijriyah.
9. Menjadi Imam Sholat ketika Nabi Muhammad SAW lelah.
Dan Peribadi Dari Sayyidina Abu Bakar adalah :
- Badannya kurus, kulitnya putih, matanya tidak sipit ( rata-rata ), jari-jarinya kecil, janggutnya lebat.
- Sayyidina Abu Bakar ketika menjadi Kholifah, rumahnya di Desa “Sabah”, luar kotanya Madinah. Dan setiap hari Sayyidina Abu Bakar pergi ke Madinah dengan jalan kaki. Tetapi 6 bulan kemudian, Sayyidina Abu Bakar pindah ke Madinah.
- Ketika menjadi Kholifah, pekerjaan berdagangnya di tinggalkan. Dan Sayyidina Abu Bakar mendapatkan gaji dari Umat Islam, sebesar 600 Dirham setiap tahun.
Kegiatan Sayyidina Abu Bakar ketika menjadi Kholifah adalah :
- Sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, ada angkatan perang Islam yang disiapkan untuk memerangi “Bani Qudha’ah”. Angkatan perang itu yang dikepalani oleh “Usamah bin Zaid” yang baru berumur 18 tahun. Tetapi gagal berangkat sebab Nabi Muhammad SAW wafat.
- Akhirnya angkatan perang itu dilepas oleh Sayyidina Abu Bakar, tetapi para perajurit protes. Sebab dikepalani oleh anak kecil, tetapi Sayyidina Abu Bakar berhasil menasehati para perajurit itu dengan menunjukkan tidak pantasnya merubah peraturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW.
- Ketika para perajuri berangkat, Usmah bin Zaid menunggangi kuda dan Sayyidina Abu Bakar mengantar dengan berjalan. Sabda Sayyidina Abu Bakar “orang yang berjalan untuk akan berperang setiap langkahan mendapatkan pahala 700 kebagusan, 700 derajat, dan 700 kemulyaan dan juga dihilangkan 700 kejelekan.”
- Pesan Sayyidina Abu Bakar kepada Usmah yaitu :
a. Ketika akan berbuat sesuatu dimohon untuk menyebutkan Namanya Allah SWT.
b. Jangan berbuat Khianat
c. Jangan rusuh untuk membunuh musuh
d. Jangan membakar tanaman
e. Jangan menebang tanaman yang sedang berbuah
f. Jangan membunuh anak kecil, orang tua, dan orang perempuan
g. Jangan menyembelih kambing, sapi, unta. Kecuali untuk dimakan
h. Jangan menggangu orang yang sedang sembahyang ditempat sembahyang musuh.
- Pasukan Usmah di antar Sayyidina Abu Bakar sampai di Desa “Huruuf” ( berada di Luar kota Madinah ).
- Usmah memohon kepada Sayyidina Abu Bakar supaya Sayyidina ‘Umar tidak ikut perang.
- Kedatangan pasukan Usmah diterima oleh tentara musuh dengan perang tanding. Akhirnya pasukan Usmah berhasil mengalahkan tentara musuh dan pulang membawa rampasan perang. Perjalanan peperangan itu ditempuh selama 40 hari.

