Sabtu, 03 April 2010

PENETAPANNYA SAYYIDINA ABU BAKAR SEBAGAI KHOLIFAH ( TAREH )

Penetapannya Sayyidina Abu Bakar Sebagai Kholifah

Tanggal 13 Rabi'ul Awwal tahun 11 Hijriyah, Sayyidina Abu Bakar di tetapkan menjadi Kholifah berdasarkan kesepakatannya Ummat Islam kecuali Sayyidina 'Ali. Tetapi, sesudahnya Siti Fathimah wafat, Sayyidina 'Ali baru mau mengakui Sayyidina Abu Bakar sebagai Kholifah.
Kemudian Sayyidina Abu Bakar berkhotbah yang artinya " Para hadirin sekalian. Saya diberi kekuasaan untuk memimpin kalian semua. Tetapi saya tidak merasa lebih baik, maka dari itu langkah perbuaatan saya yang demi kebenaran, bantulah ketika langkah saya menyimpang, luruskanlah. Jujur dan benar adalah Kepercayaan dan bohong adalah Khianat."
"Orang yang lemah bisa menjadi kuat, sebab ditambahkan haknya. Orang yang kuat bisa menjadi lemah sebab dikurangkan haknya. Jangan pernah kalian semua menininggalkan perang karena bisa dihinakan Allah. Kalian semua harus patuh terhadap saya dan saya patuh terhadap Allah dan utusannya. Sebaliknya, kalau saya tidak patuh terhadap Allah dan utusannya, kalian semua jangan patuha terhadap saya."
Sesudahnya Khotbah Sayyidina Abu Bakar mengajak Shalat berjama'ah supaya mendapatkan Rahmatnya Allah SWT.

HADITS YANG KELIMA ( HADITS )

Hadits yang kelima adalah :

Dari Ummul Mu'minin; Ummu Abdillah; Aisyah r.a.
dia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : "Siapa yang mengada-ada dalam urusan (Agama)
kami ini yang bukan (berasal darinya), maka dia bertolak.
Hadits riwayat Bukhori dan Muslim. Dalam riwayat Muslim disebutkan : Siapa yang melakukan
suatu perbuatan (Ibadah) yang bukan urusan (Agama) kami, maka dia bertolak.

HADITS YANG KEEMPAT ( HADITS )

Hadits yang keempat adalah :

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata : "Rasilullah SAW menyampaikan
kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : "Sesungguhnya setiap
kalian dikumpulkan penciptanya di perut Ibunya sebagai setetes mani (sperma)
selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari,
kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya
seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan
empat perkara : Menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.
Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang
melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta,
akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka
maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan
perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi
telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah
dia ke dalam surga.
Hadits riwayat Bukhori dan Muslim

HADITS YANG KETIGA ( HADITS )

Hadits yang ketiga adalah :

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin 'Umar bin Khottob r.a.
Dia berkata : "Saya mendengar Rasullullah bersabda : "Islam dibangun diatas lima
perkara; Bersakasi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT
dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, Menegakkan Shalat,
Menunaikan Zakat, Melaksanakan Puasa Ramadhan dan Haji"
Hadits riwayat Muslim

HADITS YANG KEDUA ( HADITS )

Hadits yang kedua adalah :

Dari 'Umar r.a. juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah. Suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Rasulullah lalu menempelkan kedua lututnya kepada lutut Rasulullah. Seraya berkata : "Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?", maka Rasulullah bersabda : "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah ( Tuhan yang disembah ) selain Allah SWT, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT, engkau mendirikan Shalat, menunaikan Zakat, Puasa Ramadhan dan Pergi Haji jika mampu. Kemudian dia berkata : "Anda benar". Kami semua heran, dia bertanya, dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi : "Beritahukan aku tentang Iman". Lalu Rasulullah bersabda : "Engkau beriman kepada Allah SWT, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan Hari Akhir (Qiamat) dan engkau beriaman kepada Takdir yang baik maupun yang buruk", kemudian dia berkata : "Anda benar". Kemudian dia berkata lagi : "Beritahukan saya tentang Ihsan". Lalu Rasulullah bersabda : " Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka Allah melihat engkau". Kemudian dia berkata : "Beritahukan saya tentang Hari Akhir (kapan terjadinya)". Rasulullah bersabda : "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya". Dia berkata : "Beritahukan saya tentang tanda-tandanya". Rasulullah bersabda : "Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, kemudian berlomba-lomba meninggikan bangunannya". Kemudian orang itu berlalu (pergi) dan aku terdiam sebentar. Kemudian Rasulullah bertanya : "Tahukah engkau siapa yang bertanya?". Aku berkata : "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Beliau bersabda : "Dia adalah Malaikat Jibril yang datang kepada kalian dengan maksud mengajarkan Agama kalian.
Hadits riwayat Muslim.

Rabu, 10 Maret 2010

TAJWID

Tajwid adalah Ilmu yang mempelajari tentang cara-cara membaca Al-Qur'an.
Berikut ini adalah macam-macam dari Ilmu Tajwid.

- Ta'awwudz
Ta'awwudz ialah membaca "A'uudzubillaahi minasy syauthaanir rajiim"
Hukum membaca Ta'awwudz adalah sunnah ketika akan membaca Al-Qur'an.

- Basmalah
Basmalah ialah membaca "Bismillaahir rahmaanir rahiim"
Hukum membaca Basmalah ada 5, yaitu :
1. Wajib : Yaitu di permulaan Surat Al Fatihah
2. Sunnah : Yaitu di permulaan Surat kecuali Surat Al Fatihah dan Surat At Taubah
3. Jaiz : Yaitu di pertengahan Surat kecuali di pertengahan Surat At Taubah
4. Makruh : Yaitu di Pertengahan Surat At Taubah
5. Haram : Yaitu di permulaan Surat At Taubah

HADITS YANG PERTAMA ( HADITS )

Hadits yang pertama adalah :

Dari Amirul Mu'min, Abi Hafs, 'Umar bin Khottob Radiallahuanhu, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena ingin mendapatkan Keridhaan Allah SWT dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Keridhaan Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya kepada dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya akan bernilai sebagaimana yang dia niatkan.
Hadits riwayat Abu Abdullah Muhammad bin Isma'il dan Muslim bin Al Hajjaj.